SMS: 0896.3225.3336 ( ORDER ) - 0896.3225.3337 ( ORDER ) BBM: 21D4484A ~ SIAP KIRIM KE SELURUH INDONESIA

Penyakit Jamur Pada Alat Vital Dan Selangkangan

Penyakit Jamur Pada Alat Vital Dan Selangkangan



obat gatal selangkangan



Artikel di bawah ini berisi gambar berisikan kategori DP ( Disturbing Picture) anda di persilahkan meneruskan membacanya jika dirasa perlu. Obat gatal   yang kami tawarkan disini cukup ampuh untuk menyembuhkan beberapa penyakit yang di jelaskan di bawah karena sifatnya antifungi.sebagai obat anti jamur topikal.


Penyakit infeksi jamur, masih memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia, mengingat negara kita beriklim tropis yang mempunyai kelembapan tinggi. Jamur bisa hidup dan tumbuh di mana saja, baik di udara, tanah, air, pakaian, bahkan di tubuh manusia. Penyakit jamur (Mikosis) pada manusia dapat dibedakan atas Mikosis profunda atau sistemik(penyakit jamur yang mengenai alat dalam) dan mikosis superfisial yaitu penyakit jamur yang mengenai lapisan permukaan kulit, yaitu stratum korneum, rambut dan kuku.

          Semua penyakit jamur yang menyerang kulit, dikenal dengan istilah Dermatomikosis (Mikosis superfisial). Dermatomikosis adalah penyakit pada kulit, kuku, rambut, dan mukosa yang disebabkan infeksi jamur. Mikosis superfisialis juga dibagi menjadi dua, yaitu dermatofitosis dan nondermatofitosis. Dermatofitosis terdiri dari tinia kapitis, tinea barbe, tinea kruris, tinea pedis et manus, tinea unguium dan tinea korporis. Sedangkan non dermatofitosis terdiri dari pitiriasis vesikolor, piedra hitam, piedra putih, tinea nigra Palmaris, otomikosis dan keratomikosis.

          Istilah Dermatofitosis haruslah di bedakan dari Dermatomikosis. Dermatofitosis adalah penyakit jamur pada jaringan yang menjadi zat tanduk, seperti kuku, rambut, dan sratum korneum pada epidermis yang disebabkan oleh jamur dermatofita.

          Dermatofitosis (Tinea) adalah infeksi jamur dermatofita (species microsporum, trichophyton, dan epidermophyton) yang menyerang epidermis bagian superfisial (stratum korneum), kuku dan rambut.

         Microsporum menyerang rambut dan kulit. Trichophyton menyerang rambut, kulit dan kuku. Epidermophyton menyerang kulit dan jarang kuku. Golongan jamur ini bersifat
mencernakan keratin, dermatifita termasuk kelas fungi imperfecti.


 Berdasarkan lokasinya dermatofitosis atau tinea atau kurap atau herpes sinata, dibagi atas :

Tinea kapitis : Dermatofitosis pada kulit dan rambut rambut kepala
Tinea Barbe :  Dermatofitosis pada dagu dan jenggot
Tinea kruris :  Dermatofitosis pada daerah Genitrokrural, Sekitar anus, Bokong dan kadang- kadang sampai keperut bagian dalam
Tinea Pedis et manum : Dermatofitosis pada kaki dan tangan
Tinea Unguium  :  Dermatofitosis pada kuku jari dan tangan
Tinea Korporis   :  Dermatofitosis pada bagian lain yang tidak termasuk bentuk kelima tinea diatas.
Selain 6 bentuk Tinea, masih dikenal istilah yang mempunyai arti khusus, yaitu :
Tinea Imbrikata :  Dermatofitosis dengan susunan skuama yang konsentris dan di sebabkan oleh  Trichophyton concetricum
Tinea favosa atau favus :   Dermatofitosis yang tertutama di sebabkan oleh  Trichophytonn schoeleini, secara klinis antara lain berbentuk skutula dan berbau seperi tikus (mouse odor)
Tinea aksilaris : yang lokasi penyakitnya di daerah axilla atau ketiak
Tinea sirsinata : yang merupakan penamaan deskriptif morfologi penyakit


 Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai penyakit jamur superfisial yang biasa di kenal sebagai Tinea atau kurap pada lipatan paha.

  • TINEA KRURIS
Tinea adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya lapisan teratas pada kulit pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan golongan jamur dermatofita (jamur yang menyerang kulit). Tinea kruris sendiri merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur pada daerah genitokrural (selangkangan), sekitar anus, bokong dan kadang-kadang sampai perut bagian bawah. Kelainan ini dapat bersifat akut maupun menahun, bahkan dapat berlangsung seumur hidup


www.solusigatal.com


PENYEBAB PENYAKIT KULIT TINEA CRURIS


T rubrum adalah dermatofit lazim di 90% kasus tinea cruris, diikuti oleh T tonsurans (6%) dan T mentagrophytes (4 %). organisme lain, termasuk E floccosum dan T verrucosum, menyebabkan kondisi klinis identik. T rubrum dan floccosum E infeksi lebih cenderung untuk menjadi kronis dan peradangan, sedangkan infeksi oleh T mentagrophytes sering dikaitkan dengan inflamasi yang akut.
Pria lebih sering terkena daripada wanita.Maserasi dan oklusi kulit lipat paha menyebabkan peningkatan suhu dan kelembaban kulit yang akan memudahkan infeksi. Tinea kruris biasanya timbul akibat penjalaran infeksi dari bagian tubuh lain. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi atau tidak langsung melalui benda yang mengandung jamur, misalnya handuk, lantai kamar mandi, tempat tidur hotel dan lain-lain.


GEJALA KLINIS PENYAKIT KULIT TINEA CRURIS


Biasanya lokasi pada daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi dikedua paha atau di salah satu paha saja. 
Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat, Pada infeksi akut tinea cruris, bentuk lesinya mungkin lembab dan eksudatif sedangkan Infeksi kronis biasanya kering dengan annular papular atau perbatasan perbatasan pinggiran yang tidak terlalu jelas.. 
Bentuk lesinya Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. 
Bagian tengah menyembuh berupa daerah coklat kehitaman bersisik, sedangkan bagian tepinya aktif menyebar keluar. . 
Garukan terus-menerus dapat menimbulkan gambaran penebalan kulit. Buah zakar sangat jarang menunjukkan keluhan, meskipun pemeriksaan jamur dapat positif, hal yang berbeda dengan kandidiasis yang sering menunjukkan keterlibatan pada buah zakar dan penis.


DIAGNOSA BANDING

Kelainan ini harus dibedakan dengan
candidiasis Inguinalis dan kandidosis peri anal


Merupakan suatu penyakit jamur yang bersifat akut maupun sub akut yang di sebabkan oleh spesies candida biasanya oleh candida albikans.

Khusus untuk candida yang mirip dengan tinea cruris adalah candida inguinalis dan candida peri anal, dimana bentuk klinisnya berupa bercak yang berbatas tegas, kemerahan, bersisik dan khas sebagai pembeda adalah umumnya lembab dan basah pada daerah yang terkena.
www.solusigatal.com

candidiasis Inguinalis


PENYAKIT KULIT ERITRASMA



merupakan penyakit bateri kronik pada stratum korneum yang di sebabkan oleh Corynebaterium minitussismus di tandai dengan adanya lesi berupa eritrema (kemerahan pada kulit yang di sebabkan oleh pelebaran pembuluh darah kapiler) dan skuama halus pada daerah ketiak dan lipatan paha.
Penampilan khas erythrasma dengan batas-batasnya tegas , coklat-merah patch makula. Kulit memiliki penampilan keriput dengan sisik halus.

 gambar eritrasma


PENYAKIT KULIT PSIORIASIS VULGARIS

Merupakan penyakit kulit yang bersifat kronik,residif,dan tidak infeksius.
Efloresensi : plak eritematosa berbatas tegas ditutupi skuama tebal,berlapis-lapis dan berwarna putih mengkilat.Terdapat tiga fenomena,yaitu bila di gores dengan benda tumpul menunjukkan tanda tetesan lilin. Kemudian bila skuama dikelupas satu demi satu sampai dasarnya akan tampak bintik-bintik perdarahan,dikenal dengan nama Auspitz sign. Adanya fenomena Koebner / reaksi isomorfik yaitu timbul lesi-lesi yang sama dengan kelainan psoriasis akibat bekas trauma / garukan

gambar psoriasis


 PENYAKIT KULIT PHITHYRIASIS ROSEA


Merupakan peradangan kulit akut berupa lesi papuloskuamosa pada paha atas.
Efloresensi : papul / plak eritematosa berbentuk oval dengan skuamacollarette (skuama halus di pinggir). Lesi pertama ( Mother patch/Herald patch) berupa bercak yang besar,soliter,oval dan anular berdiameter dua sampai enam cm.Lesi tersusun sesuai lipatan kulit sehingga memberikan gambaran menyerupai pohon cemara










www.solusigatal.com
 



Posted by Amelia Natasja , Published at 11.07 and have